PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
PERSIAPAN DAN
PERENCANAAN WIRAUSAHA PRODUK MAKANAN MIE AYAM
Dibuat Oleh:
Nama :
Setyo Ari Purnomo Aji
NPM :
36416950
Kelas :
4ID02
Mata Kuliah :
Kewirausahaan
Dosen :
Fani Yulia Rosyada, SE. MMSI.
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
I.
TEMA
INGIN BERWIRAUSAHA APA JIKA LULUS SARJANA NANTI?
II. JUDUL PROPOSAL
PERSIAPAN DAN PERENCANAAN WIRAUSAHA PRODUK MAKANAN MIE AYAM
III. LATAR
BELAKANG
Wirausaha
atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri,
berdaulat, merdeka lahir dan batin, sumber
peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang
selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola,
menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.
Dalam
lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap,
perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan
kemampuan seseorang
dalam
menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan
produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh
keuntungan yang lebih besar.
Perencanaan
produksi merupakan perencanaan tentang produk apa dan berapa yang akan
diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan dalam satu periode yang akan
datang. Perencanaan produksi merupakan bagian dari perencanaan operasional di
dalam perusahaan. Dalam penyusunan perencanaan produksi, hal yang perlu
dipertimbangkan adalah adanya optimasi produksi sehingga akan dapat dicapai
tingkat biaya yang paling rendah untuk pelaksanaan proses produksi tersebut.
IV. TINJAUAN PUSTAKA
A. Proses Produksi
Proses
produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah
kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan sumber-sumber tenaga kerja,
mesin, bahan-bahan, dan dana yang ada. Proses produksi bisa diartikan sebagai
proses pengubahan dari bahan baku atau komponen (input) menjadi produk lain yang mempunyai nilai lebih tinggi atau
dalam proses terjadi penambahan nilai (Assauri, 2008).
Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses
kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan
proses penciptaan jasa-jasa administrasi. Proses produksi dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk
akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (continous processes) dan proses produksi
terputus-putus (intermettent processes) (Ahyari, 2002).
1. Proses
produksi terus-menerus (continous
processes) merupakan produksi yang menggunakan peralatan produksi yang
disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan-urutan kegiatan atau routing
dalam menghasilkan produk atau jasa, serta arus bahan di dalam proses telah
terstandarisasi.
2. Proses
produksi terputus-putus (intermettent
processes) merupakan kegiatan produksi yang mempergunakan peralatan
produksi yang disusun dan diatur sedemikian rupa, yang dimanfaatkan secara
fleksibel (multipurpose) untuk
menghasilkan produk atau jasa. Penentuan tipe produksi didasarkan pada
faktor-faktor seperti berikut.
a. Volume
atau jumlah produk yang akan dihasilkan.
b. Kualitas
produk yang diisyaratkan.
c. Peralatan
yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat
mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling
cocok untuk setiap produksi.
Berdasarkan
pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses
produksi yang paling cocok untuk setiap produksi.
V. Analisis Perencanaan Produksi dan Persiapan Usaha
A. Modal Awal
5.1 Tabel Peralatan
Pendukung Usaha
Nama Peralatan
|
Harga (Rp)
|
Gerobak Mie
|
5.000.000
|
Mesin mie dan mixer
|
10.000.000
|
Meja produksi
|
2.000.000
|
Penggiling adonan
|
300.000
|
Baskom dan alat masak
|
500.000
|
Bahan-bahan pembuat mie ayam
|
200.000
|
Total
|
Rp. 18.000.000,-
|
Jumlah total modal awal yang diperluakan untuk menjalankan wirausaha
produk makan mie ayam adalah sebesar Rp. 18.000.000,-. Harga dari peralaran dan
bahan-bahan untuk kebutuhan produksi mie ayam sudah berdasarkan survei harga
pasar.
B. Biaya
Produksi
5.2 Tabel Biaya
Produksi Mie Ayam
Bahan
|
Berat (gr)
|
Harga Satuan Barang
(Rp)
|
Harga Bahan Dalam
Resep (Rp)
|
Persentase Biaya Bahan
(%)
|
Tepung terigu
|
1.000
|
11.000 /gr
|
11.000
|
97 %
|
Garam dapur
|
10
|
7.000 /gr
|
70
|
1 %
|
Garam alkali
|
6
|
30.000 /kg
|
180
|
2 %
|
Air bersih
|
380
|
100 /kg
|
38
|
0 %
|
Total Adonan Mie
|
1.396 gr
|
Total Biaya Bahan
|
Rp. 11.288,-
|
100 %
|
Biaya Over Head (15%)
|
1.695
|
|||
Sub Total
|
12.938
|
|||
Labour Cost (20%)
|
2.597
|
|||
Total Biaya Produksi
|
Rp. 15.580,-
|
|||
5.3 Tabel Biaya
Produksi dan Keuntungan Untuk 1 Porsi
Biaya
|
Harga (Rp)
|
Biaya produksi (1 porsi)
|
1.113
|
Bumbu ayam
|
3.000
|
Bumbu pelengkap
|
1.500
|
Kemasan & sumpit
|
500
|
Total Harga
|
Rp. 6.113,-
|
Harga Jual Satuan
|
Rp. 9.000,-
|
Keuntungan (32%)
|
Rp. 2.887,-
|
Biaya Over Head adalah semua biaya produksi selain biaya bahan dan biaya
tenaga kerja langsung.
C. Keuntungan
(Balik Modal)
BEP (Break Even Point) adalah suatu nilai
hasil pendapatan yang didapatkan dari biaya produksi dan biaya operasional. BEP
dapat diartikan tidak hanya untung, tetapi juga tidak rugi (impas).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi BEP adalah:
1.
Harga jual produk
2.
Biaya tetap (contoh: gaji karyawan)
3.
Biaya variabel (contoh: biaya bahan baku dan kemasan).
BEP (Balik Modal)
= Modal awal : Keuntungan
= Rp.
18.000.000 : Rp. 2.887 /porsi
= Rp.
6.234,8
= Rp. 6.235
porsi (dibulatkan keatas)
Maka untuk pencapaian BEP (balik modal) harus terjual 6.235 porsi mie
ayam.
Dengan modal awal sebesar Rp. 18.000.000,- titik balik modal akan dicapai
apabila pengusaha dapat menjual sebanyak 6.235 porsi mie ayam dengan nilai
penjualan Rp.56.115.000,-.
Harga jual =
6.235porsi x Rp. 9.000,-
= Rp. 56.115.000,-
Harga pokok = 6.235
porsi x Rp. 6.113,-
= Rp. 38.114.555,-
Laba /keuntungan = harga jual
– harga pokok
=
Rp. 56.115.000 - Rp. 38.114.555,-
=
Rp. 18.000.445,-
=
Rp. 18.000.000,- (dibulatkan)
Waktu balik modal (payback period)
tergantung dari berapa banyak jumlah porsi mie ayam yang bisa dijual dalam 1
hari.
5.4 Tabel Waktu Balik
Modal
Keterangan
|
50 porsi
|
75 porsi
|
100 porsi
|
150 porsi
|
Penjualan /hari
|
50
|
75
|
100
|
150
|
Penjualan /bulan
|
1.250
|
1.875
|
2.500
|
3.750
|
Total BEP
|
6.235
|
6.235
|
6.235
|
6.235
|
Payback period (bulan)
|
5
|
3,3
|
2,5
|
4,7
|
Bila jumlah porsi mie ayam yang terjual dalam satu hari sebanyak 50
porsi, maka waktu balik modal (payback
period) akan didapatkan pada bulan ke-5 dari awal penjalan.
D. Target Pasar
Target pasar untuk produk olahan makanan seperti mie ayam dapat mencakup
semua kalangan, mulai dari anak umur 6 tahun hingga orang tua. Hampir semua
masyarakat Indonsia menyukai makanan olahan dengan bahan baku mie. Baik itu mie
instan atau mie olahan sendiri.
E. Visi dan Misi
Visi adalah rangkaian kalimat yang menyatakan
cita-cita atau impian sebuah perusahaan yang ingin dicapai dimasa depan visi
seringkali bersifat abstrak, arah umum dan cenderung abstrak. Visi merupakan
hal yang krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan
jangka panjang. Visi merupakan suatu pernyataan komprehensif tentang segala
sesuatu yang diharapkan suatu organisasi pada masa yang akan datang dan dibuat
sebagi pedoman atau arah tujuan jangka panjang organisasi.
Misi
adalah produk dan jasa yang akan dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang
dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam
pasar tersebut misi adalah perwujudan dari visi. Bila visi adalah impian, maka
misi adalah wujud atau bentuk dari impian tadi. Penyataan misi harus mampu menentukan
kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan
tersebut, dimana mereka berada, dan pemuasan tersebut dilakukan. Misi masih
merupakan sesuatu yang memiliki arti global dan cenderung generik.
1.
Visi
Visi dari wirausaha produk
makanan mie ayam saya adalah menjadi
wirausaha yang halal serta
penyedia produk makanan mie ayam yang lezat, berkualitas
dan bermutu tinggi.
2.
Misi
Misi wirausaha produk
makanan mie ayam saya Mills adalah sebagai berikut:
a. Menghasilkan produk lezat, berkualitas
dan bermutu tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
b.
Menjangkau
seluruh golongan masyarakat, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.
c.
Mengembangkan
kompetensi sumber daya manusia.
d.
Memperkuat
daya saing dengan menyediakan berbagai variasi menu.
VI. PENUTUP
Demikian
proposal ini dibuat dengan sebenar-benarnya dengan harapan bisa memberikan
gambaran yang jelas mengenai maksud dan tujuan dalam pelaksanaan wirausaha dengan produk dagang berupa makanan mie
ayam. Besar
harapan agar permohonan ini dapat dipertimbangkan dan dapat diterima sesuai
dengan apa yang sudah diusulkan serta kerja sama dan bantuan dari segenap pegawai demi kelancaran dalam pelaksanaan berwirausaha dan bisnis dalam bidang ini.
Harapan dari wirausahawan dan bisnis mie ayam ini adalah dapat memberikan dan menyediakan makanan mie ayam yang halal, lezat,
berkualitas, bergizi serta bermutu tinggi dan disukai oleh semua kalangan
masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar