Minggu, 29 Maret 2020


PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN



PERSIAPAN DAN PERENCANAAN WIRAUSAHA PRODUK MAKANAN MIE AYAM









Dibuat Oleh:

Nama                    : Setyo Ari Purnomo Aji

NPM                     : 36416950

Kelas                    : 4ID02

Mata Kuliah          : Kewirausahaan

Dosen                   : Fani Yulia Rosyada, SE. MMSI.





JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2020

I.                   TEMA

INGIN BERWIRAUSAHA APA JIKA LULUS SARJANA NANTI?



II.        JUDUL PROPOSAL

PERSIAPAN DAN PERENCANAAN WIRAUSAHA PRODUK MAKANAN MIE AYAM



III.       LATAR BELAKANG

Wirausaha atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

1.      Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.

2.      Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang

dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,

menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang produk apa dan berapa yang akan diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan dalam satu periode yang akan datang. Perencanaan produksi merupakan bagian dari perencanaan operasional di dalam perusahaan. Dalam penyusunan perencanaan produksi, hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya optimasi produksi sehingga akan dapat dicapai tingkat biaya yang paling rendah untuk pelaksanaan proses produksi tersebut.



IV.       TINJAUAN PUSTAKA

A.        Proses Produksi

Proses produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan sumber-sumber tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dan dana yang ada. Proses produksi bisa diartikan sebagai proses pengubahan dari bahan baku atau komponen (input) menjadi produk lain yang mempunyai nilai lebih tinggi atau dalam proses terjadi penambahan nilai (Assauri, 2008).

Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa administrasi. Proses produksi dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (continous processes) dan proses produksi terputus-putus (intermettent processes) (Ahyari, 2002).

1.      Proses produksi terus-menerus (continous processes) merupakan produksi yang menggunakan peralatan produksi yang disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan-urutan kegiatan atau routing dalam menghasilkan produk atau jasa, serta arus bahan di dalam proses telah terstandarisasi.

2.      Proses produksi terputus-putus (intermettent processes) merupakan kegiatan produksi yang mempergunakan peralatan produksi yang disusun dan diatur sedemikian rupa, yang dimanfaatkan secara fleksibel (multipurpose) untuk menghasilkan produk atau jasa. Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti berikut.

a.       Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan.

b.      Kualitas produk yang diisyaratkan.

c.       Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap produksi.

Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap produksi.



V.        Analisis Perencanaan Produksi dan Persiapan Usaha

A.        Modal Awal

5.1 Tabel Peralatan Pendukung Usaha

Nama Peralatan
Harga (Rp)
Gerobak Mie
5.000.000
Mesin mie dan mixer
10.000.000
Meja produksi
2.000.000
Penggiling adonan
300.000
Baskom dan alat masak
500.000
Bahan-bahan pembuat mie ayam
200.000
Total
Rp. 18.000.000,-

Jumlah total modal awal yang diperluakan untuk menjalankan wirausaha produk makan mie ayam adalah sebesar Rp. 18.000.000,-. Harga dari peralaran dan bahan-bahan untuk kebutuhan produksi mie ayam sudah berdasarkan survei harga pasar.





B.        Biaya Produksi

5.2 Tabel Biaya Produksi Mie Ayam

Bahan
Berat (gr)
Harga Satuan Barang (Rp)
Harga Bahan Dalam Resep (Rp)
Persentase Biaya Bahan (%)
Tepung terigu
1.000
11.000 /gr
11.000
97 %
Garam dapur
10
7.000 /gr
70
1 %
Garam alkali
6
30.000 /kg
180
2 %
Air bersih
380
100 /kg
38
0 %
Total Adonan Mie
1.396 gr
Total Biaya Bahan
Rp. 11.288,-
100 %
Biaya Over Head (15%)
1.695
Sub Total
12.938
Labour Cost (20%)
2.597
Total Biaya Produksi
Rp. 15.580,-



5.3 Tabel Biaya Produksi dan Keuntungan Untuk 1 Porsi

Biaya
Harga (Rp)
Biaya produksi (1 porsi)
1.113
Bumbu ayam
3.000
Bumbu pelengkap
1.500
Kemasan & sumpit
500
Total Harga
Rp. 6.113,-
Harga Jual Satuan
Rp. 9.000,-
Keuntungan (32%)
Rp. 2.887,-

Biaya Over Head adalah semua biaya produksi selain biaya bahan dan biaya tenaga kerja langsung.



C.        Keuntungan (Balik Modal)

BEP (Break Even Point) adalah suatu nilai hasil pendapatan yang didapatkan dari biaya produksi dan biaya operasional. BEP dapat diartikan tidak hanya untung, tetapi juga tidak rugi (impas).

Faktor-faktor yang mempengaruhi BEP adalah:

1.      Harga jual produk

2.      Biaya tetap (contoh: gaji karyawan)

3.      Biaya variabel (contoh: biaya bahan baku dan kemasan).

BEP (Balik Modal)     = Modal awal       : Keuntungan

                                    = Rp. 18.000.000 : Rp. 2.887 /porsi

                                    = Rp. 6.234,8

                                    = Rp. 6.235 porsi (dibulatkan keatas)

Maka untuk pencapaian BEP (balik modal) harus terjual 6.235 porsi mie ayam.



Dengan modal awal sebesar Rp. 18.000.000,- titik balik modal akan dicapai apabila pengusaha dapat menjual sebanyak 6.235 porsi mie ayam dengan nilai penjualan Rp.56.115.000,-.

Harga jual                   = 6.235porsi x Rp. 9.000,-

= Rp. 56.115.000,-

Harga pokok               = 6.235 porsi x Rp. 6.113,-

= Rp. 38.114.555,-

Laba /keuntungan       = harga jual – harga pokok

                                    = Rp. 56.115.000 - Rp. 38.114.555,-

                                    = Rp. 18.000.445,-

                                    = Rp. 18.000.000,- (dibulatkan)



Waktu balik modal (payback period) tergantung dari berapa banyak jumlah porsi mie ayam yang bisa dijual dalam 1 hari.

5.4 Tabel Waktu Balik Modal

Keterangan
50 porsi
75 porsi
100 porsi
150 porsi
Penjualan /hari
50
75
100
150
Penjualan /bulan
1.250
1.875
2.500
3.750
Total BEP
6.235
6.235
6.235
6.235
Payback period (bulan)
5
3,3
2,5
4,7

Bila jumlah porsi mie ayam yang terjual dalam satu hari sebanyak 50 porsi, maka waktu balik modal (payback period) akan didapatkan pada bulan ke-5 dari awal penjalan.



D.        Target Pasar

Target pasar untuk produk olahan makanan seperti mie ayam dapat mencakup semua kalangan, mulai dari anak umur 6 tahun hingga orang tua. Hampir semua masyarakat Indonsia menyukai makanan olahan dengan bahan baku mie. Baik itu mie instan atau mie olahan sendiri.



E.        Visi dan Misi

Visi adalah rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah perusahaan yang ingin dicapai dimasa depan visi seringkali bersifat abstrak, arah umum dan cenderung abstrak. Visi merupakan hal yang krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Visi merupakan suatu pernyataan komprehensif tentang segala sesuatu yang diharapkan suatu organisasi pada masa yang akan datang dan dibuat sebagi pedoman atau arah tujuan jangka panjang organisasi.

Misi adalah produk dan jasa yang akan dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut misi adalah perwujudan dari visi. Bila visi adalah impian, maka misi adalah wujud atau bentuk dari impian tadi. Penyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada, dan pemuasan tersebut dilakukan. Misi masih merupakan sesuatu yang memiliki arti global dan cenderung generik.

1.        Visi

Visi dari wirausaha produk makanan mie ayam saya adalah menjadi wirausaha yang halal serta penyedia produk makanan mie ayam yang lezat, berkualitas dan bermutu tinggi.

2.        Misi

Misi wirausaha produk makanan mie ayam saya Mills adalah sebagai berikut:

a.    Menghasilkan produk lezat, berkualitas dan bermutu tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

b.    Menjangkau seluruh golongan masyarakat, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

c.    Mengembangkan kompetensi sumber daya manusia.

d.    Memperkuat daya saing dengan menyediakan berbagai variasi menu.



VI.       PENUTUP

Demikian proposal ini dibuat dengan sebenar-benarnya dengan harapan bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai maksud dan tujuan dalam pelaksanaan wirausaha dengan produk dagang berupa makanan mie ayam. Besar harapan agar permohonan ini dapat dipertimbangkan dan dapat diterima sesuai dengan apa yang sudah diusulkan serta kerja sama dan bantuan dari segenap pegawai demi kelancaran dalam pelaksanaan berwirausaha dan bisnis dalam bidang ini.

            Harapan dari wirausahawan dan bisnis mie ayam ini adalah dapat memberikan dan menyediakan makanan mie ayam yang halal, lezat, berkualitas, bergizi serta bermutu tinggi dan disukai oleh semua kalangan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar